DIELEKTRIKA https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika <p><em>Dielektrika</em> adalah jurnal ilmiah sebagai forum komunikasi&nbsp; dalam kajian teori dan aplilkasi teknik elektro yang meliputi bidang sistem tenaga listrik, telekomunikasi, komputer dan informatika, elektronika dan sistem kontrol. Artikel yang dipertimbangkan untuk dimuat adalah berupa hasil penelitian atau hasil pemikiran yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang menunggu&nbsp; diterbitkan pada publikasi lain.</p> Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram en-US DIELEKTRIKA 2086-9487 Analisis Sistem Proteksi Rele Differensial Pada Busbar Di Gardu Induk 150 kV Paokmotong https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/404 <p>Substations are an important component in the transmission and distribution system of electric power. This substation functions as a point of distributing electricity from the plant to the end consumer by changing the voltage level for power delivery efficiency. The critical element in the substation is the busbar or bus, which serves as a link between electrical equipment such as transformers, circuit breakers, and transmission lines. Busbars at the Substation play an important role in maintaining the continuity and stability of the electric power system. Busbars are also vulnerable to disturbances, such as short circuits that can cause major damage and widespread disruption of electrical services. Fast, sensitive, and reliable protection systems are needed to detect and isolate disturbances in the busbar to prevent more severe damage and ensure the safety and stability of the electric power system. An effective method of protection for busbars is to use differential relays. Differential relays work on the principle of ratio of inlet and outflow currents out of the protection zone.&nbsp; Data processing in the form of calculation of differential relay setting in the form of calculation: finding the value&nbsp; of the CT ratio, secondary current in the CT, differential current, strain current, slope percent&nbsp; and setting current. The next stage is to simulate the differential relay working system through ETAP 19.0.1 software. The differential current value (Id) is 0.924 A and the restrain current (Ir) is 1.012 A, slope1 is 91.24% and slope2 is 182.48%, and&nbsp; the differential relay setting&nbsp; current value is 1.2012 A. The differential relay performance in the ETAP&nbsp; simulation is 100% working well. When there is a 3-phase internal symmetrical disturbance&nbsp; of 2.708 A, the differential relay works, and when there is an external symmetrical 3-phase disturbance&nbsp; , 1.486 A causes the differential relay not to work.</p> rosihan adi wijaya supriyatna sultan Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 1 12 10.29303/dielektrika.v12i1.404 Analisis Efesiensi Konverter Daya sebagai Pengendali Kecepatan Motor Induksi 3-Phase pada Kendaraan Bertenaga Baterai (Electric Vehicle) https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/416 <p>Isu pemanasan global akibat emisi karbon yang kian masif dan polusi udara, seakan mendukung perlunya kehadiran mobil listrik sebagai transportasi alternatif yang layak digunakan dalam kehidupan sehari-hari menggantikan posisi mobil berbahan bakar minyak. Pada penelitian ini dilakuka analisis efisiensisistempenggerakkendaraan listrik untuk berbagai konfigurasi inverter, diantaranya inverter 2-tingkat dan inverter3-tingkat. Untuk metode yang digunakan yaitu SPWM (<em>Sinusoidal Pulse Weidth Modulation</em>). Metode SPWM menggunakan sinyal sinusoidal sebagai referensi dan sinyal segitiga sebagai carrier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada inverter 3 level memiliki efisiensi total, efisiensi motor dan efisiensi inverter yang paling tinggi karena inverter 2 level memiliki lebih banyak distorsi harmonik pada keluaran sehingga bentuk gelombangnya lebih kasar. Nilai THD (<em>Total Harmonic Distortion</em>) yang dihasilkan pada inverter 3 level lebih rendah yaitu 33% dibandingkan pada inverter 2 level yaitu 64% pada indeks modulasi 1, dan nilai efisiensi total yang paling tinggi pada inverter 2 level sebesar 72% dan pada invereter 3 level efisiensi total yang paling tinggi sebesar 86% pada indeks modulasi 1.</p> Ida Bagus Fery Citarsa I Nyoman Wahyu Satiawan Mega Yunita Diadara Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 7 64 10.29303/dielektrika.v12i1.416 Analisis Performa Rasio Daya Yang Dihasi;kan Pv Modul Pada Array Box 881 Di PLTS 7 Mwp https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/400 <table width="600"> <tbody> <tr> <td width="392"> <p><em>Sumber energi terbarukan dimasa mendatang akan semakin mempunyai peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi.Saat ini pemanfaatan energi terbarukan renewable energy sedang digalakkan untuk dapat mengurangi pemakaian energi tidak terbarukan. potensi tenaga matahari di Indonesia dalam menerima matahari harian persatuan luas ±4,8 kW/m2. Penerimaan radiasi energi matahari di Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan Australia Tengah, Amerika Tengah, sebagian negara di Eropa (6,0 kW/m2), Arab Saudi, Mesir dan beberapa negara di Afrika (5,5 kW/m2).Efisiensi merupakan salah satu indikator mengetahui performansi dari suatu panel suryametode kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluasi. Data hasil penelitian akan menggambarkan kinerja dari solar cel di pada array box 881 di PLTS 7MWp Pringgabaya, kemudian data tersebut akan dievaluasi sesuai dengan standar IEC 61724. Instrumen penelitian yang digunakan berupa data pengukuran irradiansi matahari, arus yang dihasilkan oleh modul surya dan tegangan yang dihasilkan oleh modul surya.Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel data pada array box 881 tanggal 17 Juni 2024.Luas Pv modul didapatkan dari perhitungan antara panjang 1,98 m dikali dengan lebar 0,95 m diperoleh hasil 1,881 m2, dengan jumlah banyaknya PV 40 unit PV modul sehingga didapatkan 75.24 m2. Nilai iradiasi yaitu 908.8957 sehingga didaptkan daya input sebesar 68167.177 wat. Data daya output panel surya pada pukul 12.00 menghasilkan 660.3056 Volt dan 15.26246 Ampere atau daya output sebesar 10077.88Watt. Performa rasio modul photovoltaic 325wp PLTS 7MWp sebesar 75.24 m2, sehingga masih dalam kategori bagus yaitu 83.1 - 86.7%.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> Umar Mukhtar Paniran Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 41 46 10.29303/dielektrika.v12i1.400 Optimasi Tegangan-Daya Reaktif Pada Penyulang Rayap Menggunakan Alternating Direct Methods of Multipliers https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/413 <p>The varying levels of voltage and reactive power can affect the amount of active power losses in the power distribution network. Therefore, optimization of voltage and reactive power values ​​needs to be done to reduce the amount of active power losses while improving the voltage profile at each bus. This paper presents the optimization of voltage and reactive power in the distribution network using the alternating direct method of multipliers (ADMM) algorithm. Optimization with the ADMM algorithm is carried out by separating the optimization of continuous variables and discrete/integer variables for each iteration and implemented by simulation using MATLAB software. The case study used is the Rayap feeder distribution network at the Metro substation, Lampung Province. The simulation results show that optimization of voltage and reactive power can reduce active power losses from 37.44 kW before optimization to 34.78 kW and improve the voltage profile at each bus from a minimum voltage value of 0.9713 per unit before optimization to 0.9734 per unit. The optimal tap position of the load tap changer obtained is 17 while the capacity position of the two capacitor banks is 400 kVAR each.</p> Osea Zebua I Made Ginarsa Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 47 56 10.29303/dielektrika.v12i1.413 STUDI KELAYAKAN PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ROOFTOP TANPA BATERAI DI KANTOR KECAMATAN UTAN https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/409 <p>Kebutuhan energi semakin hari semakin meningkat, namun sumber energi utama semakin berkurang. Energi matahari merupakan sumber energi baru terbarukan yang berpotensi menjadi energi alternatif. Indonesia memiliki intensitas radiasi rata – rata sebesar 4,5 – 4,8 kWh/m2. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan PLTS rooftop serta menganalisis kelayakan dari aspek teknis dan ekonomis. Potensi sumber iradiasi energi matahari di Kantor Camat Utan ialah 5,784 kWh/m2 per hari dengan temperature rata-rata 27℃. Hasil simulasi dengan perangkat lunak PVsyst menunjukkan bahwa PLTS dengan kapasitas 1,6 kWp dapat menghasilkan energi sebesar 2,412 MWh per tahun dengan performance ratio sebesar 79,9%. Total investasi awal yang dibutuhkan adalah senilai Rp 21.419.000. Analisis kelayakan akonomis menggunakan metode Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 2.001.911, Benefit Cost Ratio (BCR) bernilai 2,39 dan Payback Period (PBP) selama 10 Tahun 5 bulan. Analisis dengan ketiga metode ini memperlihatkan bahwa investasi PLTS atap di Kantor Camat Utan layak.</p> Salman Aga Khan Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 13 20 10.29303/dielektrika.v12i1.409 Implementasi Private Blockchain Menggunakan Multichain Sebagai Sistem Keamanan Data IoT https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/417 <p>Integrasi teknologi blockchain dengan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan keamanan dan privasi data menjadi solusi yang semakin relevan di era digital. Dengan fokus pada keamanan IoT saat mendistribusikan data, risiko manipulasi data dapat dikurangi karena blockchain memungkinkan struktur terdesentralisasi dan terenkripsi. Integritas data ditingkatkan melalui verifikasi transaksi dan penyimpanan data yang diotorisasi dengan hash value dan bukti transaksi (txid). Penggunaan jaringan private blockchain mengontrol akses data, meningkatkan keamanan, privasi, dan memastikan akses terbatas pada pihak yang diizinkan.Percobaan dilakukan dan didapatkan nilai kemungkinan komulatif berdasarkan jumlah block dengan nilai kemungkinan komulatif dihasilkan dari nilai block yang bertambah setiap 15 detik sampai mendapatkan jumlah 6 konfirmasi dari prinsip blockchain sehingga suatu block dinyatakan valid dalam jaringan blockchain, yang mengartikan setelah block ditambahkan ke rantai dibutuhkan 6 block tambahan untuk memastikan keamanan transaksi. Kemudian didapatkan juga nilai kemungkinan komulatif berdasarkan jumlah waktu yang dibutuhkan membuat block di dalam blockchain, dengan nilai kemungkinan komulatif dihasilkan dari nilai block yang bertambah setiap 15 detik sampai mendapatkan jumlah 6 konfirmasi dari prinsip blockchain sehingga suatu block dinyatakan valid dalam jaringan blockchain. Kemudian hingga suatu block dinyatakan valid saat waktu mencapai 60 detik sampai 165 detik. Hasilnya menunjukkan bahwa blockchain dapat meningkatkan keamanan data IoT serta menjaga integritas data dengan lebih baik, memperkuat otorisasi, dan mengontrol akses data secara lebih selektif</p> Giri Wahyu Wiriasto Misbahuddin Cipta Ramadhani Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 55 69 Rekonfigurasi Jaringan Distribusi Primer Pada Penyulang Praya Kota Menggunakan Binary Particle Swarm Optimization Untuk Mengurangi Rugi Daya Jaringan Distribusi https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/401 <p>Rekonfigurasi jaringan distribusi memegang peranan penting dalam meningkatkan efisiensi operasional sistem distribusi listrik, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dengan permintaan daya sangat besar. Untuk mengurangi rugi-rugi daya dan memperbaiki profil tegangan, rekonfigurasi jaringan menjadi salah satu pilihan yang dapat dilakukan. Dalam tugas akhir ini menggunakan metode <em>Binary Particle Swarm Optimization </em>(BPSO) untuk menganalisis studi kasus rekonfigurasi jaringan distribusi 20 kV pada PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Praya. Rekonfigurasi dilakukan dengan mencoba beberapa hubungan baru antar bus dari konfigurasi yang sudah ada pada jaringan distribusi, tanpa merubah posisi transformator distribusi, jumlah saluran dan struktur jaringan <em>radial</em>. Hasil simulasi menunjukkan bahwa jaringan yang telah direkonfigurasi berhasil mencapai pengurangan yang cukup signifikan dalam rugi daya aktif, yaitu dari 24,677 kW menjadi 17,000 kW, yang setara dengan pengurangan sebesar 31,07%. Selain itu, profil tegangan jaringan juga mengalami perbaikan yang signifikan, dengan tegangan minimum meningkat dari 0,990 p.u. menjadi 0,993 p.u.</p> Zainul Hadi Ramdhani Supriyatna I Made Ginarsa Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 31 40 10.29303/dielektrika.v12i1.401 ANALISISPENGARUHGEARRATIOPADAMOTORLISTRIKTERHADAPTORSIBEBANKENDARAAN HEMAT ENERGI DENGAN KONSEP PROTOTYPE https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/415 <p>Pemilihan rasio gear yang tepat sangat penting dalam desain kendaraan hemat energi untuk meningkatkan efisiensi dan performa, terutama pada kendaraan listrik prototipe dalam kompetisi Shell Eco-Marathon. Gear ratio yang tidak optimal dapat menyebabkan pemborosan energi dan menurunkan kecepatan kendaraan. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi gear ratio terhadap kecepatan kendaraan listrik prototipe. Metode yang digunakan mencakup perhitungan berbagai gear ratio dan pengujian kendaraan dengan serta tanpa pengemudi di lintasan simulasi sepanjang 4,3 km yang menyerupai sirkuit Mandalika. Uji coba memperhitungkan jumlah tikungan serta aturan lomba, yaitu batas kecepatan 50 km/jam dan tiga putaran dalam 30 menit. Analisis dilakukan untuk menilai dampak variasi gear ratio terhadap kecepatan kendaraan, terutama saat menikung dan akselerasi ulang. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi gear z1 (14), z2 (26), z3 (15), z4 (60) dengan rasio total 7,43 memberikan kecepatan rata-rata tertinggi, yaitu 47,49 km/jam. Percobaan kelima mencapai hasil terbaik meskipun terdapat kendala teknis dan non-teknis. Kecepatan berkisar antara 38 hingga 47 km/jam. Kesimpulannya, rasio gear 7,43 merupakan konfigurasi optimal untuk meningkatkan efisiensi energi dan performa kendaraan listrik prototipe dalam kompetisi Shell Eco-Marathon.</p> Nizar Nazmi I Nyoman Wahyu Satiawan Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 70 76 10.29303/dielektrika.v12i1.415 Smart Monitoring: Proteksi Transmisi dari Drop dan Over Voltage https://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/412 <p>In this research, current and voltage measurements were conducted to monitor and protect the electrical distribution system in real-time. The voltage was measured using a ZMPT101B sensor with a range of ±250V. An Arduino microcontroller was used to read the voltage values and calculate the average voltage over a specific period. This voltage measurement is crucial for detecting disturbances such as overvoltage and undervoltage. For instance, if the voltage exceeds 220V, the system detects the overvoltage condition and activates a relay to disconnect the electrical supply, thus protecting electrical equipment from damage due to excess voltage. Additionally, an ACS712 sensor was used to measure the current with a range of ±5A. The microcontroller calculates the average current value and detects any current surges exceeding the threshold of 5A. If the measured current exceeds this threshold, the system automatically activates the relay to disconnect the electrical supply, preventing damage to equipment or fires due to excessive current. With this protection system, it is expected to enhance the security and reliability of electrical distribution, as well as minimize the risk of disturbances that could damage equipment and improve the operational efficiency of the distribution system. The implementation of continuous current and voltage measurements also provides more accurate and responsive monitoring of the system's condition, facilitating prompt decision-making in a short time. This system is expected to be applied across various sectors to improve protection and efficiency in electrical energy distribution.</p> Agus Kiswantono Copyright (c) 2025 DIELEKTRIKA 2025-02-28 2025-02-28 12 1 13 20 10.29303/dielektrika.v12i1.412