Pengklasteran Kejadian Gempa Wilayah Indonesia Menggunakan Algoritma k-Means

  • I Made Budi Suksmadana UNRAM
  • Cipta Ramadhani

Abstract

Gempa bumi dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa manusia yang disebabkan karena runtuhnya bangunan dan juga menyebabkan bahaya sekunder seperti kebakaran, tanah longsor dan tsunami. Indonesia merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian gempa karena dikelilingi oleh empat lempeng utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo- Australia, Lempeng Laut Filipina, dan Lempeng Pasifik. Kejadian gempa dalam sebuah wilayah dapat diklaster menjadi kelompok-kelompok tertentu. Dengan klaster-klaster tersebut diharapakan dapat mengetahui hubungan satu kejadian gempa dengan gempa yang lainnya. k-Means merupakan salah satu metode untuk pengklasteran, “Scikit-Learn” merupakan sebuah pustaka machine-learning yang digunakan untuk melakukan pengklasteran dimana didalamnya terdapat metode k-Means. Metode k-Means yang dilakukan menggunakan nilai k = 3, 5 dan 7. Pengklasteran dengan k =  7 menghasilkan jumlah kejadian gempa maksimum sebanyak 571 pada sebuah klaster dan minimum sebanyak 180 pada sebuah klaster lainnya.

Published
2022-02-28
How to Cite
SUKSMADANA, I Made Budi; RAMADHANI, Cipta. Pengklasteran Kejadian Gempa Wilayah Indonesia Menggunakan Algoritma k-Means. DIELEKTRIKA, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 62-67, feb. 2022. ISSN 2579-650X. Available at: <http://dielektrika.unram.ac.id/index.php/dielektrika/article/view/299>. Date accessed: 19 may 2022. doi: https://doi.org/10.29303/dielektrika.v9i1.299.
Section
Articles